Perbandingan Yamaha R15 vs Honda CBR150R

Perbandingan Yamaha R15 vs Honda CBR 150RYamaha R15 merupakan salah satu moto baru dari pabrikan garputala, dimana kehadiran motor sport ini banyak diminati para penggemarnya ditanah air. Sebelumya, sejak 15 April 2014 lalu, pemesanan Yamaha YZR-R15 secara online mencapai 1.500 unit. Secara fantastis hanya dalam waktu kurang dari 1×24 jam kuota yang disiapkan sold out.

Tidak hanya itu saja saat ini jumlah pemesanan Yamaha YZR-R15 di dealer mencapai 3.000 unit, dan secara total 4.500 unit. Sedangkan target penjualan dari motor sport yang diproduksi di Pulo Gadung, Jakarta Timur ini mencapai 50.000 unit.

Sungguh angka yang cukup fantastis. Sebelum muncul Yahama YZR-R15 ini muncul, sang pesaing Honda sudah terlebih dahulu meluncurkan Honda CBR150R, dan kami akan memberikan perbandingan antara kedua motor sport ini.

Dimensi
Untuk ukuran, Yamaha R15 memiliki panjang 1.955 mm dengan lebar 660 mm dan tinggi 1.070 mm. Jarak terendah ke tanah mencapai 160 mm dengan berat motor 136 kg. Sedangkan kapasitas tangkinya sendiri bisa diisi bensin sampai 12 liter.

Sedangkan Honda CBR150R memiliki dimensi lebih besar dari Yamaha R15 karena tinggi CBR150R berada di angka 1.977 mm dengan lebar 701 mm dan tinggi 1.130 mm. Selain itu, jarak antar sumbu roda di CBR150R ada di angka 1.310 mm dengan jarak terendah ke tanah 190 mm serta kapasitas tangki 13,1 liter.

Mesin
Honda CBR150R didukung dengan mesin 4-stroke, 150 cc, DOHC, 4-valve, berpendingin cairan (liquid-cooled) yang telah dilengkapi dengan auto fan yang akan mampu mempertahankan suhu optimal di seluruh bagian mesin serta daya tahan mesin yang lebih baik.

Mesin yang sudah menyematkan sistem PGM-FI (Programmed Fuel Injection) ini mampu menyemburkan tenaga sampai 13,11 kW di 10.500 rpm dengan torsi di angka 12,66 Nm di 8.500 rpm.

Nah, pendatang baru, Yamaha R15 menjadi motor dengan tenaga terkecil bila dibandingkan dengan lawan-lawannya. Yamaha R15 memiliki mesin SOHC dengan 4 valve dan berpendingin cairan yang daya maksimum 12,2 kw pada 8.500 rpm dengan torsi maksimum 7.500 rpm.

Harga
Kemampuan mesin yang kalah sangar bila dibanding dengan lawan-lawannya menjadikan Yamaha sepertinya bisa memangkas harga R15. Buktinya, motor ini dilepas dengan harga hanya Rp 28 juta saja.

Sementara Honda CBR150R yang dilepas dengan harga Rp 41,75 jutaan dan Rp 42,5 juta untuk CBR150R Repsol Edition.

Perbandignan Kenyamanan Yamaha R15 vs Honda CBR150R
Setelah membandingkan beberapa komponen diatas ada baiknya kita juga melihat bagaimana perbandignan kenyamaan dalam berkendara antara Yamaha R15 vs Honda CBR150R, seperti dikutip dari kompasotomotif berikut ini

Posisi duduk
Bagian paling gampang dirasakan adalah jok. Di CBR150R jok lebar membuat kaki terasa kurang mengapit, tapi kelebihannya duduk jadi lebih nyaman didukung busa yang empuk. Jarak jok dengan tanah juga tak begitu tinggi, memudahkan untuk naik dengan cepat.

Jalan pelan-pelan untuk merasakan posisi duduk, setang terasa tak begitu lebar. Logikanya, jika dipakai di jalanan lebih mudah dikendalikan. Posisi duduk juga tidak terlalu menunduk, dikombinasikan dengan penempatan pijakan kaki yang pas. Riding jarak jauh tidak akan cepat lelah.

Untuk boncenger, posisi duduk juga nyaman karena tidak terlalu tinggi dan merosot. Adanya pegangan tangan di bodi belakang membantu boncenger untuk ”bertahan”, atau bisa juga sebagai penahan jika ingin menggeser sepeda motor.

KompasOtomotif lalu pindah ke R15. Duduk di atasnya langsung terasa aura sport yang kental. Jarak jok dengan setang cukup jauh dan rendah, membuat pengendara harus lebih menunduk. Desain jok meruncing, sehingga paha lebih mantap mengapit tangki. Busa jok cukup empuk.

Ditambah pijakan kaki yang agak menjorok ke belakang, membuat posisi duduk benar-benar terasa seperti naik sepeda motor balap. Bodi sepeda motor belakang yang nungging berdampak pada jok yang juga agak tinggi. Untuk naik harus ekstra hati-hati dan wajib berpijak pada satu pijakan kaki belakang.
Kenyamanan

Tiba saatnya menguji kenyamanan. Naik CBR150R terasa melayang. Setang pendek dan bodi ramping membuatnya lincah untuk bermanuver. Honda berhasil memberikan kesan ringan dalam balutan tampang yang agresif.

Karena posisi duduk yang tidak terlalu menunduk, sepeda motor ini bisa jadi alternatif untuk aktivitas sehari-hari jika sudah bosan naik skutik. Pergelangan tangan tidak cepat lelah menahan laju kendaraan ditambah bobot tubuh sendiri. Digeber dengan membawa boncengan masih lincah dan nyaman.

Ganti naik R15, nuansa berganti dengan pengendalian yang jauh lebih sporty. Posisi duduk membungkuk, kaki menukik dan dengkul terasa lebih dekat ke tanah. Jika dikendarai jarak jauh dan dalam kondisi macet, pergelangan tangan akan cepat lelah karena menanggung beban tubuh dan laju kendaraan.

Untuk penumpang yang dibonceng, harus ekstra waspada ketika sepeda motor direm, karena tidak ada pegangan di bagian belakang sepeda motor. Apalagi, posisinya juga jauh lebih tinggi ketimbang rider. Meski demikian, posisi seperti ini menguntungkan dari sisi aerodinamika.

Konklusi
Kesimpulannya, seperti yang pernah diklaim Yamaha, R15 adalah sepeda motor untuk gaya hidup, dipakai untuk nongkrong dan menaikkan kelas. Karena dari karakternya, memang lebih cocok digeber di sirkuit ketimbang di jalan raya. Sementara Honda CBR150R adalah sepeda motor sport yang cukup ramah dipakai sehari-hari.

Semoga Sedikit artikel ini bisa memberikan gambaran kepada anda yang ingin membeli motor sport terbaru dari kedua pabrikan kondang ini.

Iklan

Ditandai:, ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: