Kisah Inspiratif Danik Lestari Anak tukang Mindring yang Lulus Cum Laude di UGM

Danik lestariNamanya Danik lestari dia merupakan salah satu mahasiwi yang berhasil lulus dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan predikat cum laude dengan IPK 3,89. Dara asal Imogiri bantul ini lulus sebagai Ahli Madya Rekam Medis, yang istimewa dari danik ini merupakan gadis yang berasal dari keluarga yang pas pasan, Danik merupakan anak seorang tukang kredit keliling alias mindring.

Anak pertama dari dua bersaudara ini ikut wisuda program sarjana dan diploma di kampus UGM, Selasa (20/5/2014)

Danik berharap prestasi akademik yang diraihnya itu bisa membanggakan kedua orang tuanya yang selama ini membiayai kuliah. Dia mengaku orangtuanya bersusah payah menyekolahkan dirinya hingga bisa menyandang gelar Ahli Madya dari Sekolah Vokasi UGM.

Danik mengungkapkan ayahnya bekerja sebagai peternak yang memelihara dua ekor sapi di rumahnya. Pekerjaan itu dilakoni sejak tidak lagi bekerja di pabrik 10 tahun silam. Sedangkan ibunya, Sulasmi, bekerja sebagai tukang kredit atau sering dikenal sebagai tukang ‘mindring’. Ibunya menjual barang kebutuhan rumah tangga kepada warga dengan cara kredit atau mengangsur untuk pembayarannya.

Karena ibunya tidak bisa naik motor, setiap akhir pekan Danik membantu mengantar ibunya menagih piutang ke tempat orang-orang yang kredit barang. Tidak hanya di daerah Imogiri saja namun hingga kecamatan lain seperti Jetis dan Pundong Bantul.

“Ibu tidak bisa naik motor. Saya yang antar ke tempat pelanggannya. Setelah keliling, sehabis maghrib, saya jemput lagi,” kata perempuan berjilbab.

Menurutnya hasil jerih payah sebagai tukang mindring tidaklah terlalu besar. Setiap bulan ibunya bisa mengantongi penghasilan Rp 700 ribu-Rp 800 ribu.

Uang tersebut kemudian digunakan membiayai pendidikan dirinya dan adiknya. Danik sejak SD hingga kuliah, sering mendapatkan bantuan beasiswa. Di Sekolah Vokasi UGM, Danik mendapatkan beasiswa sehingga tidak membayar uang kuliah. Selama menyelesaikan kuliah selama 2 tahun 7 bulan.

Selama kuliah, Danik tidak kos. Dia memilih menggunakan sepeda motor dari rumah ke kampus yang berjarak sekitar 20 km. Saat liburan semester, ia mengikuti praktek di rumah sakit dan puskesmas.

“Ada banyak pengalaman selama belajar langsung atau praktek di lapangan,” pungkas Danik.
Semoga kisah inspiratif dari Danik ini memberkan kita lecutan semangat bahwa tidak selamnya kesulitan menghambat kesuksesan.

Iklan

Ditandai:,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: