Kaki Biksu membekas di lantai kayu setelah 20 tahun berdoa

Kaki membekas di lantai setelah berdoa 20 tahunSungguh luar biasa mungkin kata kata itu yang tepat buat Seorang biksu di Tiongkok yang telah membuktikan kekuatan sebuah doa selama bertahun-tahun. Bukan dari terwujudnya doa tersebut, melainkan “bekas” kegiatan berdoa itu yang terabadikan di lantai.

Biksu bernama Hua Chi selalu berdoa di tempat, dan titik, yang sama selama 20 tahun. Saking seringnya alhasil, kakinya membuat lekukan di lantai kayu kuil tepatnya berdoa itu di Tongren, provinsi Qinghai.

Hua Chi memang biksu yang disiplin dalam menjalani rutinitasnya berdoa. Dia akan tiba di kuil sebelum matahari terbit, meletakkan kakinya di titik yang sama dan bersujud beberapa ribuan kali saat berdoa. Rutinitasnya itu rupanya membuat lantai kayu jadi lembut sehingga meninggalkan bekas sedalam 1,2 inci berbentuk telapak kaki.

Saat masih muda, Hua Chi akan bersujud 2 ribu hingga 3 ribu kali sehari. Tapi seiring bertambahnya usia, belakangan ini ia hanya bisa sujud seribu kali setiap hari, bahkan saat musim dingin hanya bisa melakukan 500 kali. Biasanya setelah selesai bersujud, Hua Chi akan jalan mengitari kuil.

Hua Chi yang kini berusia 70 tahun berharap dedikasinya ini akan memudahkan hidupnya nanti setelah mati. Menurut ajaran Buddha Tibet, roh akan melewati proses setelah kematian yang menentukan masa depan, baik naik ke nirwana atau dilahirkan kembali.

“Saya membangun kuil ini dan selama ini berdoa serta jalan kaki mengitarinya sehingga setelah mati roh saya tidak akan menderita,” ucap biksu sekaligus dokter pengobatan tradisional ini.

Iklan

Ditandai:, , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: