Review dan Test Drive Datsun Go+ Panca : konsumsi BBM 12.3 km/l

Datsun Go+ Panca merupakan salah satu LGCC terbaru yang ditawarkan dengan harga yang cukup murah, dimana rentangan harga Datsun Go+ Panca mulai Rp 85 sampai 103 juta, memang harga hampir sama dengan mobil murah yang lebih dahulu keluar, akan tetapi Datsun Go memiliki keunggulan ruang tambahan untuk dua penumpang belakang (khusus anak-anak).

Detail Datsun Go+ Panca

Dari luar, mobil tujuh penumpang itu tampak semakin mewah dengan tambahan spoiler di kaca belakang. Tambahan dua titik sensor parkir menandakan semakin dekatnya dengan versi yang akan dijual kepada konsumen.

Pelek kaleng di dalamnya ditutup dop yang membuat penampilan lebih sporty. Lalu, ada tambahan pelindung pintu sewarna bodi, melengkung mengikuti garis. Selebihnya, masih sama dengan versi yang sering dipajang di berbagai ajang, termasuk IIMS 2013 silam.

Interior Datsun Go+ Panca
Di dalam, ternyata juga ditemukan beberapa perubahan. Audio yang dalam konsep berjenis docking system tanpa head unit, tetapi versi ini sudah menyandang tipe single DIN. Dari informasi yang dihimpun KompasOtomotif di lokasi, konsumen bebas memilih, menggunakan audio single DIN atau docking system yang hanya akan menyala ketika tersambung dengan gadget.

Selebihnya hampir sama. Hanya ada beberapa sentuhan aksesori, seperti lapisan kayu di power window switch. Sementara untuk material jok, konfigurasi tempat duduk, setir, dan panel instrumen tidak ada yang berbeda.

Mesin milik Nissan March
Kap mesin dibuka, tampak mesin tiga silinder teronggok siap tempur. Kabarnya, inilah mesin yang juga dipakai untuk March, berkapasitas 1.200cc.

Test Drive Datsun Go+ Panca
Seperti apa rasanya test drive Datsun go Panca, mari kita simak bersama artikel yang diambil dari kompas berikut ini.

Test darive mobil MPV murah ini dilakukan di Cirebon, Jawa Barat, 21-23 Mei 2014 lalu. Selama tiga hari, media diajak “blusukan” di sudut kota Cirebon dan berbagai tempat lain di Kabupaten Kuningan dengan kontur jalan perbukitan.

Cukup lengkap untuk pembuktian performa mobil yang diproduksi pabrik Nissan di Purwakarta tersebut. Kemacetan khas perkotaan, jalanan rusak, hingga perbukitan. Tapi satu hal yang harus ditanamkan, ketika duduk di LCGC, jangan membandingkan dengan mobil lain yang harganya hampir Rp 200 juta. Bayangkan Anda naik mobil baru Rp 100 jutaan, dan rasakan apa yang didapat.

Cukup nyaman
Kesan pertama, cukup nyaman berada di kabin. Ketika duduk di belakang kemudi, kesannya jok memang tipis, namun tidak kaku dan sanggup menopang punggung dengan baik. Ternyata ini berkat teknologi spinal support yang mengadaptasi lekuk alami tulang belakang saat duduk. Kursi akan menopang panggul dan dada, serta mengurangi tekanan pada punggung.

KompasOtomotif dengan tinggi badan 172 cm tidak merasa terganggu dengan ruang kabin. Hanya, kaki kiri sedikit terganggu dengan posisi tuas rem tangan model ”jadul” (sistem tarik yang terletak di bawah lingkar kemudi sebelah kiri). Kursi depan yang menyatu memberikan ruang lebih untuk meletakkan tas. Berpindah ke kursi di sebelahnya lebih mudah untuk keluar kendaraan dari sisi yang lain.

Kualitas bahan interior cukup baik, tidak murahan, bahkan jauh lebih presisi dalam hal pemasangan dibanding kompetitor. Dalam presentasi sebelum tes, Koichiro Okamoto, Chief Product Specialist Datsun Bussiness Unit Nissan Motor Co Ltd, menjelaskan bahwa bahan untuk interior dirancang menyerupai kulit, seperti yang digunakan di mobil-mobil Infiniti.

Toleransi ruang
Sesekali duduk di bangku tengah, ruang untuk kaki tak begitu lapang, tapi masih bisa ditoleransi. Baris belakang hanya cocok untuk anak-anak, atau kalau kepepet, bisa digunakan satu orang dewasa dengan posisi kaki agak miring.

Menikmati musik menggunakan docking system sudah dibahas dalam artikel sebelumnya. Cukup praktis, karena pengguna bisa memaksimalkan ponsel yang dimiliki.

Tarikan Datsun Go+ Panca mantap
Tak menunggu lama, saatnya menggeber. KompasOtomotif mendapat jatah pertama menjajal varian A (tengah) tanpa power steering. Menggerakkan roda kemudi memang berat, terutama ketika parkir. Tapi untuk jalan kencang, justru tanpa power steering memberikan pengendalian mantap.

Soal tenaga, sungguh mengejutkan. Mesin 1.200cc yang masih ada hubungan darah dengan jantung Nissan March sangat responsif. Mobil diisi tiga orang, bahkan kadang empat orang, hentakan di putaran bawah begitu besar. Karakter ini cocok untuk menyusuri jalanan perkotaan yang padat.

Memasuki jalan tol Kanci menuju Kuningan, KompasOtomotif coba menggeber. Melaju kencang di atas 140 kpj dilahap dengan tenang. Tapi ketika direm, setir harus lebih ditahan agar tetap stabil.

Untuk catatan, menginjak pedal kopling sangat ringan, karena para insinyur Nissan menerapkan sejumlah teknologi untuk membuat injakan pedal nyaman. Sementara soal proses pemindahan gigi lumayan butuh usaha karena tidak semulus transmisi manual lain.

Menanjak
Saat melaju ke Waduk Darma dan Kawasan Wisata Ikan Dewa Cibulan, karakter jalan mulai meliuk dan menanjak. Untuk menjaga performa—seperti karakter mesin kecil lainnya—pengemudi harus bisa menjaga putaran mesin ”pada tempatnya”, yakni di kisaran 1.800-2.500 rpm.

Ketika posisi rpm meter berada di kisaran angka itu, menanjak pun dilibas enteng. Bahkan tak cukup hanya kuat menanjak, tapi mesin justru menyalak ketika pedal gas diinjak lebih dalam di tanjakan. Di bawah rpm itu, tenaga pasti drop dan harus ”menggiring” pelan-pelan hingga kembali menemukan kekuatan akselerasi (torsi) yang dibutuhkan.

Yang patut diberi apresiasi, getaran khas mesin tiga silinder bisa diredam dengan baik. Perjalanan yang mulus dan senyap bisa dirasakan meski material pengunci suara tak diberikan berplapis-lapis.

Saat berganti dengan tipe T yang sudah menggunakan power steering, level keringanan menggerakkan roda kemudi di atas rata-rata. Dengan fitur Electronic Power Steering (EPS), pengendalian lebih presisi dan membuat manuver semakin lincah.

Kesimpulan Datsun Go+ Panca
Dengan harga yang sangat terjangkau, mobil ini bisa dikatakan value for money. Beberapa bagian termasuk wajar dengan harga yang dibayarkan, namun di sisi lain ada hal yang patut diberi apresiasi lebih. Tempat duduk plus menjadi nilai lebih utama.

Selain itu, tenaga yang mengejutkan juga bisa menambah daya saing. Konsumsi bahan bakar tergolong irit. Meski tidak dilakukan pengetesan khusus, namun dengan kondisi kendaraan digeber, menanjak, dan melaju di dalam kota, angka 1:12,3 pada MID adalah hal yang lumrah.

Foto Datsun Go+ Panca

gambar Datsun go depan

Foto datsun go belakang

Dashborad datsun go

Mesin Datsun go

Iklan

Ditandai:, , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: