Misteri legenda tanjakan Emen tempat kecelakaan maut bus SMA Cengkareng

Kecelakaan maut menimpa Bus rombongan Study Tour SMA Cengkareng Jakarta pada selasa, 17 Juni 2014 malam di “Tanjakan Emen”, Kabupaten Subang, Jawa Barat dimana kecelakaan di daerah tersebut bukan yang pertama kali terjadi. Saking seringnya kecelakaan di lokasi tersebut sampai sampai ada cerita legenda mengenai tanjakan maut Emen yang sudah banyak menelan korban.

Foto Kecelakaan maut tanjakan Emen Subang jawa barat

Foto Tribunnews

Kronologi Kecelakaan Bus SMA Cengkareng Jakarta

Bus bernopol B 7529 YB yang diketahui bernama Aladin tersebut membawa rombongan siswa SMA Al-Huda Cengkareng, Jakarta Barat. Kecelakaan tersebut terjadi saat bus membawa rombongan yang hendak menuju Jakarta sepulang wisata dari Tangkuban Perahu. Penyebab kecelakaan Bus tersebut diduga karena remnya blong, Bus Aladin itu kemudian menabrak mobil Kijang Kapsul dari arah berlawanan bernopol T 1118 TK. Bus menabrak tiang listrik lalu truk terguling lalu terempas ke kebun teh milik PTPN VIII Ciater. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 17.50.

Bus parawisata tersebut membawa siswa\wi SMA Al Huda Cengkareng, Jakarta dengan jumlah siswa 52. Terdiri atas 44 siwa/wi dan 8 orang guru. Toyota Kijang LGK saat itu berisi 3 orang penumpang dan mengalami luka ringan.

Sembilan orang tewas dalam kecelakaan ini, yakni 1 guru, 6 siswa dan seorang sopir. Belasan penumpang lain mengalami luka-luka, baik berat maupun ringan.

Legenda Emen dan Misteri Tanjakan Emen

Percaya atau tidak, terdapat cerita misteri berbau mistik terkait Tanjakan Emen yang persisnya terbentang sebelum jalan menuju pintu objek wisata air panas Ciater tersebut.

Dadan Wahyudin, pengguna Kompasiana, pernah menuliskan asal usul ruas Jalan Raya Bandung-Subang tersebut lebih beken disebut “Tanjakan Emen.”

“Menurut cerita di kalangan warga, alkisah Emen dikenal sopir pemberani. Emen mengemudikan oplet jurusan Bandung-Subang. Ia tewas kecelakaan di daerah itu saat mengangkut ikan asin dari Ciroyom Bandung menuju Subang, tahun 1964,” tulis Dadan di Kompasiana.com, 1 Agustus 2010 silam.

Kala itu, tutur Dadan dalam tulisannya berjudul “Melewati Legenda Tanjakan Emen, Ciater Subang”, kendaraan yang disopiri Emen terbalik dan terbakar.

Nahas bagi Emen, dia terbakar hidup-hidup hingga tewas. Konon, saat itu, Emen dikenal sebagao satu-satunya sopir yang berani mengemudikan kendaraan pada malam hari.

“Setelah peristiwa itu, warga sekitar meyakini arwah Emen bergentayangan dan mengganggu para pengemudi yang berani melintas di daerah tersebut, terutama pada malam hari. Kejadian rem blong, bus tergelincir dan kendaraan terperosok kerap terjadi di jalur ini,” tuturnya.

Tak sedikit pula, sambungnya, terjadi peristiwa aneh seperti kendaraan tiba-tiba mogok, sopir atau penumpang kendaraan bermotor kesurupan saat melintasi Tanjakan Emen.

Versi lain tentang asal usul “Tanjakan Emen” menyebutkan, nama tersebut mulai melekat saat ada seseorang bernama Emen menjadi korban tabrak lari di daerah itu.

Kemudian, mayat Emen bukannya ditolong malah disembunyikan di rimbun pepohonan sekitar tanjakan tersebut.

Tak diketahui kapan terjadi peristiwa tabrak lari tersebut. Namun, sejak saat itu, arwah Emen diyakini bergentayangan menuntut balas.

Meski memiliki dua versi, tapi menurut kepercayaan warga setempat, agar tak “diganggu”, para pengemudi biasanya menyalakan sebatang rokok dan melemparkannya ke pinggir jalan.

Itu sebagai simbol memberikan rokok kepada arwah Emen. Konon, dulunya, Emen amat gandrung merokok saat mengemudi.

Tapi ya itu tadi semua itu hanya cerita dan mitos belaka. Kini kawasan yang kontur alam cukup ekstrim dengan tanjakan dan turunan ini sudah cukup benderang dan banyak terdapat rambu-rambu lalu lintas.

Jadi soal cerita si Emen itu mungkin hanyalah bumbu belaka bila dikaitkan dengan kecelakaan yang kerap terjadi. Poin moralnya agar para pengendara berhati-hati dengan kondisi alam seperti tanjakan si Emen.

Data Korban Kecelakaan Maut Bus SMA CengkarengTanjakan Emen

Kepolisian, Jasa Raharja, dan RSUD Subang masih mendata korban bus maut Tanjakan Emen. Tercatat korban meninggal bertambah satu, dari semula 8 orang menjadi 9 orang. Selebihnya, mengalami luka berat dan ringan.

Di bawah ini data lengkap korban kecelakaan maut tanjakan Emen seperti dilansir dari Tribun

a). Korban Meninggal Dunia (MD) :

  1. Dasril Asmara, 64 Tahun Sopir/pengemudi Bus PO. DaSiana, alamat Jl. Komplek Bangun Plaza indah No. 6 B Karang Tepa Ciledug – Tanggerang selatan.
  2. Abdul Rahman, 35 Tahun, Kernet Bus alamat Sda.
  3. Destiana, 25 Tahun, Guru B. Inggris alamat Tanggerang.2
  4. Silvi Oktavian, 17 Tahun Pelajar, alamat Peta Barat No. 70 Kp. Rawa lele Rt.001/007 Kel. Kalideres Jakarta.
  5. Febry Fitriani, 16 Tahun, Pelajar, alamat Kp. Duri Kosambi Cengkareng Jakarta.
  6. Angga Praditia Ahmad Rizky, 16 Tahun, Pelajar, alamat Jl. Pembangunan Rt.03/05 Poris Pelawad Cipondoh Tanggerang Banten.
  7. Ajeng Nuralita, 17 TahunPelajar alamat Jl. Rawalele Rt.002/001 Pagadungan Kalideres Jakarta.
  8. Riska Aldiani, 16 Tahun, Pelajar, alamat Jl. Lingkungan III Rt.06/09 Kel. Tegal alur Kec. Kalideres Jakarta.
  9. 9. DaSiana, alamat Jl. Komplek Bangun Plaza indah No. 6 B Karang Tepa Ciledug – Tanggerang selatan.

b) Korban Luka Berat (LB) :

  1. Rosmiani, 45 Tahun, Guru, alamat Jakarta.
  2. Irwan Syahril, 40 Tahun, Guru alamat Jakarta.
  3. Nahidi M Nur, 48 Tahun, Guru Office – Boy.
  4. Afdiyah, 16 Tahun, Pelajar alamat pendongkelan Rt.006/016 No. 63 Kapuk Cengkareng – Jakarta.
  5. Sdr. Ahmad Fajri, 17 Tahun, Pelajar , alamat Jl. Kosamb Timur Kec. Kosambi Kab. Sbg.
  6. Anita Yulianti, 17 Tahun, Pelajar, alamat Jl. Abdulrahman Rt.004/003 No.81 Tanggerang Banten.
  7. Doni Aditya Putra, 17 Tahun, Pelajar alamat Jl. Nurul amal Rt. 004/005 No. 40 Kembangan Utara.
  8. Galiah Lesi, 17 Tahun, Pelajar, alamat Kp. Sukatani Rt.02/02 Tegal alur Kalideres Jakarta.
  9. Inviah, 16 Tahun, Pelajar alamat Jl. Bangun Rt.001/003 No. 35 Cengkareng timur.
  10. Futri Utami, 17 Tahun Pelajar, Alamat Jl. Darmaga muara angke Rt. 11/01 Blok F No.3 Pluit Jakarta.
  11. Tia Oktaviani, 17 Tahun, Pelajar, alamat Kp. Duri Rt.009/01 No. 172 Kalideres Jakarta .
  12. Unawati, 17 Tahun Pelajar, alamat Jl. Darmawanita III Rt.08/01 No. 24 Rawa Biaya Cengkareng Jakarta.
  13. Faradiyasa Ramanda, 17 Tahun, pelajar, alamat Jl. Nusa Indah Raya Rt.004/009 No. 15 Kapuk Cengkareng Jakarta.

c). Korban Luka Ringan (LR) :

  1. Mahfudin, 43 Tahun, Guru, alamat Jl. Daan Mogot No. 11 Kadawung Kel. Angke Jakarta.
  2. Feni Sulastri, 31Tahun, Guru, alamat Jl. KH. A. Dahlan Rt.01/05 Kel. Petir Kec. Cipondoh Kota Tanggerang. Banten.
  3. Samsi, 59 Tahun, Guru, alamat Cengkareng Tamia Rawa Buaya Rt.01/11 Jakarta.
  4. Ahmad Hekmatian, 17 Tahun , pelajar, alamat Jl. Pedongkelan Rt.02/13 Kapuk Cengkareng Jakarta.
  5. Ayunda Faya Lestari, 17 Tahun, Pelajar, alamat Jl. Rawa melati Tegal alur Kalideres Jakarta.
  6. Mirna 17 Tahun, Pelajar alamat Jl. Kapuk Raya Bagus Rt.08/11 No. 71 Kapuk Jakarta.
  7. Muhamad Reza Fahlevi, 17 Tahun, Pelajar, alamat Jl. Raya Tanah Putih Rt.04/02 No. 3AKatapang Cipondoh Tanggerang Barat.
  8. Nabila Faadilah, 16 Tahun, Pelajar, alamat Jl. Raya Kamal Rt.11/07 No.5 Tegal alur Kalideres Jakarta.
  9. Nur Alena,17 Tahun, Pelajar, alamat Pedongkelan belakang Rt.02/16 No.209 Kapuk Cengkareng Jakarta.
  10. Raeza Julihadi Pratomo, 17 Tahun, Pelajar, alamat Jl. Kp. Duri Rt.004/001Semanan Kalideres Jakarta.
  11. ansri Julfikar Yusuf, 18 Tahun, pelajar, alamat Jl. Bali Raya Rt.01/04 No. 60 Kalideres Jakarta.
  12. Yola Dwi Kusumastuti, 17 Tahun, Pelajar, alamat Pendongkelan Belakang Rt.002/016 Kapuk Cengkareng Jakarta.
  13. Raka Setiadji Pangestu, 17 Tahun, Pelajar alamat Benda Asrama Polri Blok P No.7 Kalideres Jakarta.
  14. Tatang, 48 Tahun, Swasta, alamat Kp. Sukatani Rt.02/02 Kalideres.
  15. Siti Fatimah, 17 Tahun, Pelajar, alamat Jl. H. Shaleh Rt.04/03 Semanan Kalideres Jakarta.
  16. Beby Dwi Nurapriyani, 17 Tahun, Pelajar, alamat Kp. Bali Rt.01/02 No. 18 Kalideres Jakarta.
  17. Haryati Chairudin, 16 Tahun, Pelajar, alamat Jl. Al- Barokah No.56 Rt.05/01 Duri Kosambi Cengkareng Jakarta.
  18. Sdri. Noviyana, 17 Tahun, Pelajar, alamat Jl. Kali Anyar Raya Rt.05/03 27 Tambora Jakarta.

Semoga pihak keluarga korban yang meninggal diberikan ketabahan atas ujian ini, dan semoga para korban luka segera mendapatkan kesembuhan agar bisa beraktifitas seperti biasa.

Iklan

Ditandai:, , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: