Daftar tarif listrik baru setelah mengalami kenaikan

Tarif dasar Listrik yang baruBesuk 1 Juli 2014 pemerintah rencananya akan menaikan Tarif dasar listrikuntuk enam golongan akan naik bertahap setiap 2 bulan. Tarif listrik untuk enam golongan, termasuk industri nonpublik (I-3) dan golongan pelanggan rumah tangga yang akan mengalami kenaikan.

Tarif listrik dari enam golongan pelanggan PLN akan naik secara bertahap setiap dua bulan mulai 1 Juli 2014 hingga November 2014. Keenam golongan tersebut adalah pelanggan industri non-perusahaan terbuka (I-3), rumah tangga R-2 dengan kapasitas daya terpasang 3.500-5.500 VoltAmpere (VA), rumah tangga R1 dengan daya 2.200 VA, golongan rumah tangga R1 dengan daya terpasang 1.300 VA, golongan P-2 di atas 200 KVA, dan penerangan jalan umum (P-3).

Setiap dua bulan, tarif listrik keenam golongan tersebut akan naik secara bertahap. Golongan pelanggan rumah tangga R-2 dengan daya 3.500-5.500 VA akan mengalami kenaikan tarif rata-rata sebesar 5,7 persen tiap 2 bulan. Lalu, pelanggan rumah tangga R1 dengan daya 2.200 VA, mendapatkan rata-rata kenaikan tarif sebesar 10,43 persen.

Adapun pelanggan rumah tangga R1 dengan daya 1.300 VA akan mengalami kenaikan tarif dengan rata-rata 11,36 persen. Sementara itu, golongan pelanggan P-2 di atas 200 KVA akan mendapatkan kenaikan tarif sebesar rata-rata 5,36 persen. Sedangkan golongan pelanggan P-3, akan mendapatkan kenaikan tarif rata-rata per dua bulan sebesar 10,69 persen.

Berikut tarif kenaikan listrik dari enam kelompok tersebut :

  1. Untuk golongan I-3, akan naik menjadi Rp 964/kWh. Per 1 September 2014 akan naik lagi menjadi Rp 1.075/kWh, dan per 1 November 2014 akan naik menjadi Rp 1.200/kWh.
  2. Untuk golongan R-2 dengan 3.500 VA hingga 5.500 VA, naik menjadi Rp 1.210 per kWh, lalu per 1 September 2014 naik menjadi Rp 1.279/kWh, dan per 1 November 2014 menjadi Rp 1.352/kWh.
  3. Untuk golongan R-1 dengan kapasitas 2.200 VA naik menjadi Rp 1.109/kWh. Per 1 September 2014 naik lagi menjadi Rp 1.224/kWh, lalu per 1 November 2014 naik lagi menjadi Rp 1.353/kWh.
  4. Untuk golongan R-1 dengan kapasitas 1.300 VA naik jadi Rp 1.090/kWh. Per 1 September 2014 naik lagi menjadi Rp 1.214/kWh, dan per 1 November 2014 naik lagi menjadi Rp 1.352/kWh.
  5. Untuk golongan P-3 naik menjadi Rp 1.104/kWh. Per 1 September 2014 naik lagi menjadi Rp 1.221/kWh, lalu per 1 November 2014 akan naik lagi menjadi Rp 1.352/kWh.
  6. Untuk golongan P2 dengan kapasitas lebih dari 200 kVA, naik menjadi Rp 1.081/kWh. Per 1 September 2014 naik lagi menjadi Rp 1.139/kWh, lalu per 1 November 2014 naik lagi menjadi Rp 1.200/kWh.

Khusus periode kenaikan tarif untuk industri golongan I-3 dan I-4 sudah dimulai pada 1 Mei 2014. Golongan I-3 adalah adalah industri dengan kapasitas daya listrik terpasang menengah dan non-perusahaan terbuka. Adapun golongan I-4 adalah pengguna listrik tegangan tinggi.

Periode lanjutan periodisasi kenaikan tarif untuk kedua golongan industri akan sama dengan lima kelompok lain yang baru dimulai pada 1 Juli 2014, yaitu 1 Juli-31 Agustus 2014, 1 September-31 Oktober 2014, dan 1 November 2014.

Iklan

Ditandai:, ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: