Hasil pemenang debat Capres/Cawapres putaran keempat tadi malam

Hasil dan pemenang Debat Cawapres tadi malamRangkaian Debat Capres dan cawapres 2014 guna menyambut Pilpres yang akan jatuh pada tanggal 9 juli mendatang sudah memasuki putaran ke 4 dimana dalam debat yang digelar di di Hotel Bidakara, Jaksel, Minggu (29/6/2014) bertemakan ‘Pembangunan Sumber Daya Manusia dan IPTEK’.

Dalam debat putaran ke 4 tadi malam giliran para cawapres yang akan unjuk kebolehan di atas panggung, sedangkan kedua capres hanya menonton. bagaimana hasil dan siapa pemenang debat cawapres putaran ke 4 tadi malam, berikut ini beberapa komentar dari para pengamat serta komentar para pendukung masing masing pasangan menanggapi debat tadi malam.

Hendri Satrio Pakar komunikasi politik Paramadina

Menurut Hendri Satrio Pakar komunikasi politik Paramadina hasil debat tadi malam adalah seri, “Secara Konten, keduanya menyampaikan materi yang berbobot. Pandangan Hatta tentang inovasi teknologi dan kewirausahaan untuk mengatasi bonus demografi sangat tepat,” ujar Hendri dalam keterangan tertulis yang seperti dikutip dari detikcom, Senin (30/6/2014).

“Jusuf Kalla juga cukup mampu menjelaskan tentang maksud revolusi mental yang sering didengungkan,” imbuh dia.

Namun dalam debat tersebut JK terlalu banyak bertanya soal pengalaman Hatta di masa lalu.

Sehingga Hatta harus menjawabnya, sementara program-program yang akan dilakukan kelak ketika memimpin kurang tersampaikan secara maksimal.

Debat dengan tema Pengembangan SDM dan IPTEK ini dapat saja lebih menarik dari sebelumnya. Sesi ini mempertemukan dua bintang dalam Kabinet Indonesia Bersatu dengan pembahasan implementatif dan strategis.

“Catatan untuk KPU adalah untuk mempersiapkan moderator lebih advance untuk hal teknis debat karena kerap melakukan blunder yang nyaris merugikan salah satu pasangan,” sebut Hendri.

Ali Mochtar Ngabalin Hatta menang dengan skor 5-1
Menurut ketarangan dari Ali Mochtar Ngabalin Juru Debat Tim Pemenangan Prabowo-Hatta menyatakan pemenang debat tadi malam adalah Hatta Rajasa dengan skor 5-1.

Calon Wakil Presiden nomor urut dua Jusuf Kalla dinilai blunder saat menyerang Hatta Rajasa dengan pertanyaan ‘bocornya’ anggaran serta sekolah cucu Hatta. Pertanyaan ini justru memperlihatkan sosok Hatta yang tidak terpancing dengan jebakan pertanyaan JK.

li justru melihat ‘serangan’ JK ini malah menimbulkan simpati dari masyarakat dalam menentukan pilihan. Menurutnya, publik sekarang cerdas untuk memilih kriteria pemimpin.

“Meskipun beberapa kali Pak JK menyerang di luar konten. Tapi, tidak dibalas oleh beliau. Kayak bocor anggaran terus sekolah cucu pak Hatta. Itu blunder karena tidak ada lagi statement yang bijak,” ujar politikus Partai Golkar itu.

Secara keseluruhan, Ali pun menegaskan kalau Hatta unggul 5-1 atas JK dalam debat cawapres malam tadi. Dari penyampaian visi misi, kreativitas, konsep, menurutnya Hatta jelas unggul mutlak. Mantan Menteri Perhubungan itu juga dinilai bisa mematahkan strategi serangan pertanyaan JK.

“Latar belakang Hatta Rajasa itu sebagai insinyur dari ITB dan beliau juga mantan Menteri Riset dan Teknologi. Terakhir dia jadi Menteri Koordinator Ekonomi. Artinya kalau bicara riset dan ilmu pengetahuan dan teknologi dan sumber daya mana mungkin ada orang yang bisa lawan dia,” katanya.

Dalam debat cawapres tadi, JK menyerang Hatta terkait kebocoran anggaran yang pernah disebut capres Prabowo Subianto serta masalah sekolah gratis 12 tahun. Salah satu yang ditanyakan JK secara tidak terduga adalah sekolah cucu Hatta. Kemudian, Hatta menjawab kalau cucunya masih kecil dan belum sekolah.

Hasto Kristiyanto

Menurut Hasto Kristiyanto yang merupakan Juru Bicara tim Joko Widodo-Jusuf Kalla menyebutkan pemenang debat tadi malam adalah Jusuf Kalla.

gagasan JK lebih implementatif, sementara Hatta Rajasa malah terjebak klarifikasi soal pernyataan capresnya, Prabowo.

“Sayang, Hatta yang pernah menjadi Menristek seharusnya memiliki nilai lebih. Peluang Hatta itu tidak digunakan karena terjebak untuk meluruskan pernyataan Prabowo yang menjadi blunder dalam debat sebelumnya,” nilai Hasto lewat keterangan tertulisnya, Minggu (29/6/2014).

Pada debat yang berlangsung di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, JK memang sempat melontarkan pertanyaan ke Hatta soal ‘kebocoran’ yang sering dituturkan Prabowo.

“Pertama, bagi Prabowo demokrasi hanyalah “alat” (saat debat 1), dikoreksi oleh Hatta bahwa demokrasi “tak hanya alat”. Kedua, menurut Prabowo ‘kebocoran’ anggaran negara amat besar, dikoreksi Hatta (debat 4) yang benar adalah ‘potensi’ hilangnya uang negara,” papar Hasto.

Maka, Hasto menilai JK unggul dalam memaparkan gagasan yang diusung bersama Jokowi. Soal revolusi mental yang ditanyakan Hatta saat debat, JK dapat menjawabnya dengan baik.

“Alhasil, publik lebih menilai gagasan Jokowi-JK lebih implementatif karena menyentuh aspek paling dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni penjabaran revolusi mental dalam dunia pendidikan dan IPTEK,” simpul Hasto.

Demikian merupakan simpulan hasil dan siapa pememang debat capres cawapres 2014 yang dilaksanakan tadi malam 29 Juni 2014, rangkaikan debat ini masih akan berlangsung sekali lagi dimana menurut jadwal, debat terakhir atau putaran ke 5 akan diselenggarakan pada tanggal 5 Juli mendatang dengan tema Pangan, Energi, dan Lingkungan rencananya akan disiarkan TVRI dan Kompas TV.

Iklan

Ditandai:, , ,

4 thoughts on “Hasil pemenang debat Capres/Cawapres putaran keempat tadi malam

  1. Sulisyono Imam Juni 30, 2014 pukul 12:42 pm Reply

    Jika penilaian debat dilakukan oleh Timses pasti masing-masing fihak akan akan sulit menghindari pandangan subyektifnya, dan parameter penilaian yang digunakan pasti bersifat subyektif yang tidak netral. Masyarakat sekarang sudah cerdas, mereka akan lebih percaya pada penilaian berdasarkan obyektifitas faktual yang realistis daripada subyektifitas yang mengada-ada.

  2. Sulisyono Imam Juni 30, 2014 pukul 12:56 pm Reply

    Untuk mengukur siapakah yang menjadi pemenang debat, perlu dibuat sebuah instrumen penilaian yang bisa menggambarkan adanya korelasi terhadap meningkatnya atau menurunnya prosentase dukungan setelah digelar acara debat. Sederhananya demikian : Jika dukungan terhadap pelaku debat naik, berarti dialah yang menang, dan sebaliknya jika dukungan terhadap pelaku debat menurun, berarti kalah.

  3. Sulisyono Imam Juni 30, 2014 pukul 1:09 pm Reply

    Sebagai referensi bagaimanakah hasil debat Cawapres 29 Juni 2014 baca penilaian Hendri Satrio Pakar komunikasi politik dari Universitas Paramadina dan Agung Suprio Pengamat Politik Universitas Indonesia.

  4. andhika Juli 2, 2014 pukul 12:15 pm Reply

    Saya tidak termasuk dr kubu salah satu Capres-Cawapres, namun pd debat cawapres sangat terlihat jelas kalau Hatta Rajasa lebih mendominasi. Penampilah debat Hatta bukan hanya jauh mengungguli JK, bahkan lebih baik dibanding Jokowi dan Prabowo.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: