Isi surat Prabowo untuk Guru Mirip Surat Ical Saat Pileg

isi Surat Cinta Prabowo kepada GuruPasangan Calon Presiden nomor urut 1 Prabowo Subianto mengirimkan surat cinta kepada sejumlah guru yang tersebar di penjuru tanah air, dimana isi dari surat tersebut merupakan permintaan doa restu Prabowo kepada para guru untuk mencalonkan diri sebagai Capres di pemilu 9 Juli mendatang.

Bukan hanya pada masa kampanye Pilpres saja surat tersebut beredar karena pada masa kampanye Pileg 2014 lalu, ada surat serupa yang diterima para guru.

Surat itu adalah surat atas nama Aburizal Bakrie, atau dalam kop surat itu tertulis ARB. Seperti dilansir dari detikcom, Selasa (1/7/2014), komposisi surat ARB dan Prabowo memiliki kesamaan.

Baik surat Prabowo maupun Surat ARB disertai foto di sudut kiri bawah surat. Dua tokoh ini juga membubuhkan tandatangannya di sudut kanan bawah surat. Lalu ada kop surat sama-sama terdapat tulisan ‘Surat Pribadi’.

Pada bagian pertama surat ARB tertulis ‘Jika diizinkan Allah SWT, saya akan maju sebagai Calon Presiden Republik Indonesia pada Pemilu 2014 yang akan datang’. Sementara di surat Prabowo tertulis ‘Jika diizinkan Allah SWT, saya akan maju sebagai Calon Presiden Republik Indonesia pada Pemilu 9 Juli akan datang’.

Secara substantif pesan di dalam surat sama yaitu meningkatkan kesejahteraan dan memajukan Indonesia. Perbedaan terdapat di kop surat, di surat ARB kop disertai logo ARB berwarna merah dan putih. Di surat Prabowo, kop dibubuhkan nama Prabowo Subianto berwarna merah.

Tanggal surat ARB itu adalah 18 Maret 2014, dan tanggal surat Prabowo adalah 16 Juni 2014. Apakah sumber pembuat surat itu sama? Bawaslu pun tak menyebutkan pengirim surat yang mendapatkan data guru-guru dibawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu.

Surat Prabowo Kepada Guru Langgar Kampanye

Bawaslu telah menggelar rapat pleno dan mengkaji dugaan pelanggaran kampanye oleh capres nomor 1 Prabowo Subianto. Bawaslu memutuskan Prabowo melanggar kampanye karena mengirim surat untuk guru.

“Kasus penyebaran surat kepada guru-guru di sejumlah sekolah oleh capres nomor urut 1 (Prabowo) terbukti sebagai pelanggaran administrasi pemilu,” kata komisioner Bawaslu Nelson Simanjuntak dalam jumpa pers di kantornya, Jl MH Thamrin, Jakpus, Senin (30/6/2014).

Menurut Nelson, Bawaslu telah memanggil tim kampanye Prabowo-Hatta namun tidak datang dengan alasan sudah memberikan pernyataan di media. Sehingga Bawaslu mengkaji atas laporan dan diputuskan dalam pleno yang digelar hingga sore tadi.

“Ada ajakan memilih dan minta dukungan. Ini sebagai bentuk kampnye. Yang salah melalui lembaga pendidikan,” ujarnya.

“Itu merupakan pelanggaran pasal 41 ayat 1 (tentang larangan penggunaan fasilitas pendidikan untuk kampanye. Itu bukan pelanggaran pidana, tapi administratif,” imbuh Nelson.

Karena pelanggaran administratif, Bawaslu merekomendasikan kepada KPU untuk melayangkan teguran kepada Prabowo Subianto atas pelanggaran yang dilakukan.

Sesuai Undang-Undang Nomor 15 Taun 2011 tentang Penyelenggara Pemilu, KPU harus menindaklanjuti rekomendasi Bawaslu paling lambat tujuh hari sejak rekomendasi disampaikan.

Sebelumnya, Prabowo dilaporkan Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) atas temuan surat untuk guru yang mengatasnamakan capres Prabowo Subianto berisi meminta dukungan kepada sejumlah sekolah.

Adapun di antara sekolah-sekolah yang menerima ‘surat cinta’ Prabowo itu antara lain SMUN 76 Jakarta, SMUN 100 Jakarta, SMUN 75 Jakarta, SMK 56 Jakarta dan beberapa SMA swasta salah satunya adalah SMK Poncol Jakarta.

Iklan

Ditandai:, , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: