Bob Sadino meninggal dunia

Bob Sadino Meninggal duniaBerita Bob Sadino meninggal dunia pastinya memberikan kabar yang kurang enak buat dunia bisnis tanah air, karena seperti yang kita ketahui bersama pria yang akrab disapa om Bob ini merupakan salah satu pengusaha Nyentik di tanah air.

Bob Sadino meninggal di Rumah Sakit Pondok Indah. Pria bernama lengkap Bambang Mustari Sadino meninggal di usia 76 tahun.

“Innalillahi wa innailihi rojiun, Om Bob Sadino telah meninggal dunia. Semoga teman2 turut2 mendoakan. Beliau itu guru bagi entrepreneur dan kita semua,” tulis Naomi Susan, dalam Facebooknya, Senin (19/1/2015),

Sementara, dalam akun Facebooknya, tertulis “innalillahi wainnailaihi rajiun… telah meninggal om bob sadino… allahummaghfirlahu warhamhu… mohon dimaafkan segala kesalahan beliau…”

Sebelumnya, Bob Sadino juga sempat diisukan meninggal, namun kabar tersebut pun langsung dibantah dirinya. Dalam Twitter nya dia mebuklis “Aku masih HIDUP koooook…,”.

Om Bob sempat dirawat di rumah sakit swasta. Foto Om Bob di ruang ICU juga sempat beredar di Facebook, sehingga banyak orang berspekulasi mengenai kondisi pemilik Kemchik, Kemang ini.

sekira pukul 17.50 WIB.

Pengusaha yang merupakan sahabat Om Bob, Zaenal Abidin, membenarkan hal tersebut.

“Om Bob meninggal tadi, sekira 30 menit lalu. Mungkin jam enam kurang lima, atau sepuluh menit lalu,” jelas dia kepada Okezone di Jakarta, Senin (19/1/2015).

Dia menjelaskan, sebelum meninggal, pengusaha yang kerap menggunakan celana pendek tersebut, sempat dirawat di rumah sakit.

“Dirawat dulu. Ini penyakitnya yang lalu,” ungkap dia.

Sampai berita ini diturunkan belum diketahui secara pasti penyebab meninggalnya bob sadino.

Profil Bob Sadino dari wikipedia

Bob Sadino atau akrab dipanggil om Bob, adalah seorang pengusaha sukses asal Indonesia yang berbisnis di bidang pangan dan peternakan. Ia adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick. Dalam banyak kesempatan, ia sering terlihat santai dengan mengenakan kemeja lengan pendek dan celana pendek yang menjadi ciri khasnya sehari-hari.

Bob Sadino lahir dengan nama Bambang Mustari Sadino dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang ketika itu berumur 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan. Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.

Pada tahun 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Ia membawa serta 2 Mercedes miliknya, buatan tahun 1960-an. Salah satunya ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan sementara yang lain tetap ia simpan. Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri.
Karier pengusaha

Pekerjaan pertama yang dilakoni Bob Sadino setelah keluar dari perusahaan adalah menyewakan mobil Mercedes yang ia miliki, ia sendiri yang menjadi sopirnya. Namun sayang, suatu ketika ia mendapatkan kecelakaan yang mengakibatkan mobilnya rusak parah. Karena tak punya uang untuk memperbaikinya, Bob beralih pekerjaan menjadi kuli bangunan dengan upah harian Rp.100.

Suatu hari, seorang teman menyarankan Bob memelihara dan berbisnis telur ayam negeri untuk melawan depresi yang dialaminya. Bob tertarik dan mulai mengembangkan usaha peternakan ayam. Ketika itu, di Indonesia, ayam kampung masih mendominasi pasar. Bob-lah yang pertama kali memperkenalkan ayam negeri beserta telurnya ke Indonesia. Bob menjual telur-telurnya dari pintu ke pintu. Ketika itu, telur ayam negeri belum populer di Indonesia sehingga barang dagangannya tersebut hanya dibeli oleh ekspatriat-ekspatriat yang tinggal di daerah Kemang, serta beberapa orang Indonesia yang pernah bekerja di luar negeri. Namun seiring berjalannya waktu, telur ayam negeri mulai dikenal sehingga bisnis Bob semakin berkembang. Bob kemudian melanjutkan usahanya dengan berjualan daging ayam. Selain memperkenalkan telur ayam negeri, ia juga merupakan orang pertama yang menggunakan perladangan sayur sistem hidroponik di Indonesia.

Catatan awal tahun 1985 menyebutkan, rata-rata per bulan perusahaan Bob menjual 40-50 ton daging segar, 60-70 ton daging olahan, dan sayuran segar 100 ton.

Selamat jalan om bob semoga diterima disisi-Nya

Iklan

Ditandai:,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: