Inilah yang terjadi detik-detik terakhir pesawat AirAsia QZ8501 sebelum jatuh

Foto Bangkai Badan Pesawat AirAsia
Kecelakaan yang menimpa pesawat AirAsia jurusan Surabaya-Singapura beberapa saat yang lalu memang banyak menyita perhatian publik jelang pergantian akhir tahun, meskipun kotak hitam sudah ditemukan, dan KNKT masih melakukan penyelidikan, namun sampai saat ini belum diketahui apa penyebab utama jatuhnya pesawat AirAsia yang mengangkut 166 penumpang tersebut.

Sempet beredar kabar isi percakapan Pilot AirAsia yang menyebutkan kalimat “Allahu Akbar Allahu Akbar” sebelum pesawat jatuh, namun hal tersebut ternyata mendapat bantahan dari para anggota KNKT yang sedang melakukan penyelidikan.

Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan sendiri tak mau berspekulasi mengenai penyebab kecelakaan itu. Meski begitu, ia mengungkapkan data radar saat detik-detik terakhir pesawat QZ8501 hilang kontak.

“Pada saat-saat terakhir iya (pesawat naik tidak wajar), pencapaian ketinggian, dan turunnya terlalu cepat,” ujar Jonan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (20/1/2015) malam.

Saat rapat dengan Komisi V DPR RI, Jonan menuturkan, pesawat tersebut naik tak wajar setelah berbelok ke kiri dan naik dari ketinggian 32.000 kaki ke ketinggian 33.700 kaki dengan kecepatan 1.400 kaki per menit dalam 6 detik.

Setelah itu, pesawat terus naik dengan kecepatan 6.000 kaki per menit dari ketinggian 33.700 kaki ke 34.500 kaki.

Menurut Jonan, kenaikan pesawat dengan kecepatan 6.000 kaki per menit terbilang tak wajar. Pasalnya, kenaikan dengan kecepatan 1.000 sampai 2.000 kaki per menit saja sudah dianggap luar biasa untuk pesawat komersial. “Saya kira pesawat tempur saja naik 6.000 enggak bisa,” kata dia.

Bahkan, data radar, kata Jonan, menunjukkan bahwa pesawat terus naik dari 34.500 dengan kecepatan 8.400 kaki per menit ke ketinggian 36.300 kaki, dan terus naik dengan kecepatan tinggi mencapai 11.100 kaki per menit.

Setelah naik dengan kecepatan itu, pesawat, menurut Jonan, turun dengan kecepatan yang tak wajar pula. Meski data radar menunjukkan data itu, Jonan tak tahu apa penyebab pesawat tersebut naik dan turun dengan kecepatan tak wajar.

Menurut dia, hasil penyelidikan KNKT nanti akan mengungkap secara pasti apa yang terjadi dengan pesawat QZ8501. Senada dengan Jonan, Komisi V pun akan menunggu hasil penyelidikan KNKT dan akan membentuk panitia kerja (panja) keselamatan penerbangan nasional.

Iklan

Ditandai:,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: